Rejang Lebong, Lembaknews.com — Kantor Wilayah Kemenkumham Provinsi Bengkulu menyelenggarakan sosialisasi pendaftaran dan pemanfaatan Indikasi Geografis (IG) di Aula Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi & UKM Kabupaten Rejang Lebong, Kamis (25/9/2025).
Acara dibuka oleh Asisten II Sekretariat Daerah Rejang Lebong, Dr. H. Asli Samin, S.Kep., M.Kep., yang didampingi Kepala Kanwil Kemenkumham Bengkulu, Zulhairi, S.H., M.H., serta Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi & UKM Rejang Lebong, Anes Rahman, S.Sos. Turut hadir perwakilan instansi terkait, petani jeruk, pisang, apel, kolang-kaling, pelaku UMKM, dan pengrajin batik.
> “Potensi pertanian Rejang Lebong cukup beragam, mulai dari kopi, durian, jeruk, apel, hingga aren penghasil gula merah dan kolang-kaling. Termasuk pisang haje kuning yang bercita rasa khas. Produk UMKM unggulan seperti kopi bubuk dan batik ka ga nga juga diharapkan dapat didaftarkan di Kemenkumham,” ujar Asli Samin dalam sambutannya.
Kepala Kanwil Kemenkumham Bengkulu, Zulhairi, menegaskan bahwa perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) terhadap produk lokal sangat krusial. Menurutnya, pihak luar bisa mengklaim produk budaya dan lokal Indonesia jika belum terlindungi secara resmi. Oleh karena itu, Zulhairi juga mendorong Pemerintah Kabupaten memperluas Pos Bantuan Hukum (Posbakum) hingga ke desa dan kelurahan — saat ini 60% desa di Rejang Lebong telah memiliki Posbakum.
Kepala Divisi Pelayanan Hukum Kanwil Kemenkumham Bengkulu, Machyudhie, S.T., M.MSi., memaparkan bahwa objek yang dapat dilindungi melalui IG mencakup sumber daya alam, kerajinan tangan, dan produk industri. Ia menjelaskan syarat pendaftaran yakni deskripsi produk, peta wilayah, rekomendasi, logo IG, dan bukti pembayaran PNBP.
Respon dari petani dan pelaku UMKM sangat positif. Arnaldo, petani pisang haje kuning dari Desa Kayu Manis, siap mendaftarkan produknya. Petani apel, Suli, dan petani jeruk gerga, Tarmono dari Desa IV Suku Menanti, juga menyatakan dukungan untuk langkah perlindungan hukum terhadap produk lokal mereka. (Arman01)












