REJANG LEBONG, Lembaknews.com – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Rejang Lebong, Zakaria Efendi, mendatangi SMP Negeri 1 Rejang Lebong untuk menelusuri informasi dugaan perundungan yang ramai beredar di media sosial.
Dalam kunjungan tersebut, Zakaria meminta keterangan pihak sekolah, guru Bimbingan Konseling (BK), serta sejumlah saksi guna mengetahui kronologi kejadian.
Berdasarkan keterangan yang dihimpunnya, Zakaria menyatakan peristiwa tersebut merupakan perkelahian antara dua siswa, bukan pengeroyokan sebagaimana informasi yang beredar.
“Menurut yang terjadi, perkelahian antara AF dan YY tidak ada sama sekali pengeroyokan. Saat mereka berdua berkelahi, ada empat teman dalam lokasi perkelahian itu hanya memisahkan perkelahian antara mereka berdua,” ujar Zakaria.
Ia menjelaskan, empat siswa yang berada di lokasi memberikan keterangan bahwa mereka berusaha melerai perkelahian. Keterangan itu turut menjadi bahan klarifikasi bersama guru BK, Santa.
Menurut penjelasan yang dihimpun pihak sekolah, perselisihan bermula ketika seorang siswa meminjam Rubik milik temannya. Mainan tersebut kemudian rusak saat dipinjam, sehingga memicu perselisihan yang berujung perkelahian.
Guru pembina, Erdawani, menegaskan pihak sekolah berupaya menggali kronologi secara jujur dan tidak memihak salah satu siswa.
“Kami tidak membela salah satu pihak yang berkelahi. Kami hanya meminta kejujuran dari kronologi kejadian ini agar tidak disalahpahami sebagai pengeroyokan,” ungkap Erdawani.
Sebagai langkah penanganan, Santa bersama Erdawani telah melakukan mediasi dengan melibatkan kedua siswa dan empat saksi. Menurut pihak sekolah, kedua siswa telah didamaikan serta diberikan pembinaan karakter untuk mencegah kejadian serupa.
Zakaria menyampaikan bahwa Dinas Dikbud akan meningkatkan pengawasan dan pembinaan karakter di sekolah-sekolah di Kabupaten Rejang Lebong. Ia juga mengajak orang tua untuk ikut mengawasi pergaulan anak dan membimbing mereka dalam menyelesaikan perselisihan.
“Ini menjadi pelajaran bagi kita semua. Masalah sepele seperti mainan bisa memicu perkelahian. Kami sudah selesaikan secara kekeluargaan di sekolah,” katanya.
Berdasarkan hasil klarifikasi tersebut, Zakaria menyatakan tidak ditemukan perundungan maupun pengeroyokan dalam kejadian yang ditelusurinya. Ia berharap penjelasan pihak dinas dan sekolah dapat membantu meluruskan informasi yang beredar di masyarakat.SP.014
Lembaknews.com












