Rejang Lebong, Lembaknews.com -27 September 2025. Malam itu, suasana hotel Spanak menjadi saksi tekad dan harapan baru bagi masyarakat Rejang Lebong. Di hadapan tokoh masyarakat, perangkat daerah, dan perwakilan pengawas, Bupati HM Fikri Thobari membuka “Sharing Session — Lebih Dekat dengan Bupati dalam Membangun Rejang Lebong”, dengan suara lantang dan mata yang berbinar: “Kami tidak ingin visi-misi ini hanya jadi coretan dalam kampanye — kami ingin ia hidup dalam setiap ruas jalan, setiap sekolah, dan setiap rumah rakyat.”
Dalam pertemuan malam Jumat (26/9/2025), hadir para pemangku kebijakan: Kepala Bappeda Afreda Rotua Purba, Kepala Dinas P3APPKB Gusti Maria, dan Koordinator Pengawasan BPKP Provinsi Bengkulu, Darliman, khususnya dalam mewakili pengawasan program tingkat pusat.
Beban APBD vs Harapan Rakyat
Bupati menyampaikan fakta yang mungkin mengejutkan sebagian warga: porsi belanja pegawai dalam APBD masih mendominasi. Alokasi yang besar ke pegawai artinya ruang anggaran untuk pembangunan infrastruktur dan layanan dasar masyarakat menjadi menyempit. Apalagi, pada saat yang sama, beban bertambah dengan penambahan formasi P3K — sementara transfer tambahan dari pusat belum terealisasi.
Meski demikian, Bupati Fikri menepis pikiran bahwa keadaan itu menjadikannya pasrah. Ia menyatakan bahwa inovasi jadi jalan keluar, dan bahwa “keterbatasan anggaran” tidak boleh menjadi alasan untuk menghentikan cita-cita besar bagi kesejahteraan warga.
Program Strategis: Pendidikan, Pertanian & Pariwisata untuk Rakyat
Beberapa program yang disodorkan dalam sesi malam itu:
Pendidikan unggulan: Rejang Lebong telah dipilih sebagai lokasi pembangunan sekolah unggulan dalam program nasional, yang diharapkan mulai beroperasi dalam beberapa tahun mendatang.
Pertanian maju: revitalisasi saluran irigasi dan cetak sawah baru tengah dirancang, bahkan dikemas sebagai potensi objek wisata pertanian di Desa Tanjung Gelang, Kecamatan Kota Padang.
Pariwisata bernapaskan lokal: Pemkab ingin menghidupkan kembali Danau Mas Harun Bastari dengan wahana kano, serta menyiapkan atraksi baru seperti paragliding tandem dan ajang arung jeram skala nasional. Harapannya: Rejang Lebong tidak hanya kaya alam, tapi dikenal luas dan dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat setempat.
Infrastruktur prioritas: Meski banyak tekanan anggaran, prioritas pembangunan jalan, jembatan, sanitasi, dan fasilitas publik tetap dijaga — asalkan APBD dikelola secara maksimal dan dukungan pusat tersedia.
Bupati memastikan bahwa setiap rupiah di APBD akan diperhitungkan dengan cermat agar tepat sasaran dan memberi dampak langsung kepada rakyat kecil.
Pesan dari Bupati: Janji Menjadi Kenyataan
Di penghujung acara, Bupati mengajak semua pihak — mulai dari SKPD, tokoh masyarakat, pemuda, hingga warga desa — untuk memantau bersama pelaksanaan program. “Keterbukaan dan pengawasan rakyat akan menjadi filter terbaik agar janji-janji kami tidak tenggelam dalam birokrasi,” ujar beliau dengan tegas.
Sebelum peserta bubar, suasana haru menyelimuti ketika seorang warga menyampaikan harapannya: semoga generasi mendatang tidak melihat Rejang Lebong sebagai daerah tertinggal — melainkan sebagai tempat orang bangga pulang kampung.(Arman01)












