REJANG LEBONG, Lembaknews.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diharapkan mampu membantu memenuhi kebutuhan gizi para pelajar ternyata hingga kini belum dirasakan seluruh siswa di Kabupaten Rejang Lebong.
Salah satunya dirasakan para siswa SDN 142 Rejang Lebong dan SMPN 44 Rejang Lebong, yang berada dalam satu kompleks sekolah di Jalan Raya Desa Air Rusa, Kecamatan Sindang Dataran, Kabupaten Rejang Lebong.
Saat awak media Lembaknews.com mengunjungi sekolah tersebut pada Senin (5/10/2026), sejumlah siswa dengan polos menyampaikan sebuah pertanyaan sederhana, namun cukup menyentuh hati.
“Kapan kami dapat MBG?”
Pertanyaan tersebut seolah menjadi gambaran besarnya harapan anak-anak untuk dapat menikmati Makan Bergizi Gratis sebagaimana yang telah diterima siswa di sejumlah sekolah lainnya.
Para siswa berharap sekolah mereka segera mendapatkan penyaluran MBG. Mereka tidak meminta sesuatu yang mewah, melainkan ingin merasakan makanan bergizi yang dapat membantu menunjang kebutuhan mereka selama mengikuti kegiatan belajar di sekolah.
Apalagi, lokasi sekolah tersebut dinilai masih berada dalam jangkauan operasional SPPG Sindang Dataran yang berlokasi di Desa IV Suku Menanti. Berdasarkan perkiraan perjalanan, jarak dari sekolah menuju dapur SPPG dapat ditempuh sekitar 19 menit dengan kondisi jalan yang dinilai sudah cukup baik.
Namun, hingga Senin (5/10/2026), penyaluran MBG ke sekolah tersebut belum terealisasi.
Sementara itu, Kepala SPPG Sindang Dataran, Abdul Rahman Habibullah, S.Pd., saat ditemui awak media Lembaknews.com sekitar pukul 13.39 WIB di Kantor Desa IV Suku Menanti, Senin (5/10/2026), menjelaskan bahwa belum seluruh sekolah mendapatkan penyaluran MBG karena masih terdapat sejumlah kendala operasional.
Menurut Abdul Rahman, kendaraan operasional yang tersedia saat ini baru dua unit. Selain itu, dari sekitar 2.700 wadah makan stainless steel atau ompreng yang tersedia, sekitar 300 unit di antaranya sudah tidak layak digunakan.
Ia juga menjelaskan terdapat ketentuan mengenai jarak pengantaran, yakni batas maksimal perjalanan dari dapur SPPG menuju sekolah penerima MBG sekitar 30 menit.
Kondisi tersebut menunjukkan perlunya penguatan sarana dan dukungan operasional agar cakupan penyaluran MBG dapat diperluas sehingga sekolah-sekolah yang hingga kini belum menerima manfaat program tersebut dapat segera terlayani.
Tokoh Pemuda Lembak Soroti Janji Awal Oktober
Kondisi tersebut turut mendapat perhatian dari salah seorang tokoh pemuda Lembak, Arman. Ia mengaku sangat menyayangkan masih adanya sekolah di Kecamatan Sindang Dataran yang belum mendapatkan MBG.
Menurut Arman, persoalan tersebut patut menjadi perhatian karena sebelumnya pihak SPPG Sindang Dataran telah memberikan keterangan kepada awak media Lembaknews.com pada 18 September 2026 terkait sekolah-sekolah yang belum menerima MBG.
Arman mengatakan, berdasarkan keterangan yang disampaikan pihak SPPG saat itu, pihak SPPG meminta waktu dan menyampaikan bahwa pada awal Oktober 2026 penyaluran MBG akan diupayakan untuk mengakomodir SDN 84, SDN 142, SDN 164 dan SMPN 44 Rejang Lebong, yang berada di wilayah Desa Air Rusa dan Warung Pojok.
“Kami sangat menyayangkan kondisi seperti ini. Pada saat awak media Lembaknews.com menemui pihak SPPG tanggal 18 September 2026, pihak SPPG meminta waktu dan menyampaikan bahwa awal Oktober sekolah-sekolah yang belum mendapatkan MBG akan diakomodir. Sekarang sudah tanggal 5 Oktober, tentu masyarakat dan anak-anak menunggu realisasinya,” ujar Arman.
Ia berharap kendala yang dihadapi dapat segera dicarikan solusi sehingga anak-anak tidak terus bertanya dan menunggu tanpa kepastian.
“Ini menyangkut kebutuhan dan harapan anak-anak. Kami berharap apa yang pernah disampaikan dapat segera direalisasikan. Jangan sampai anak-anak terus bertanya, ‘Kapan kami dapat MBG?’ sementara teman-teman mereka di sekolah lain sudah menikmatinya,” tambahnya.
Bagi siswa SDN 142 dan SMPN 44 Rejang Lebong, MBG bukan sekadar makanan gratis. Bagi mereka, program tersebut menjadi sebuah harapan untuk mendapatkan makanan bergizi seperti yang telah dinikmati teman-teman mereka di sekolah lain.
Kini, pertanyaan “Kapan kami dapat MBG?” masih menggantung di tengah penantian anak-anak.
Masyarakat pun berharap kendala kendaraan maupun keterbatasan ompreng segera mendapatkan solusi, sehingga komitmen untuk mengakomodir sekolah-sekolah yang belum menerima MBG dapat benar-benar direalisasikan.
Semoga penantian tersebut segera berakhir dan makanan bergizi yang mereka harapkan benar-benar sampai ke meja makan mereka di sekolah.SP.014
Lembaknews.com – Tajam Melihat Fakta












