Alaku
Alaku
Lembak  

Bupati Fikri Tunjukkan Keseriusan Bangun Infrastruktur, Warga Lembak Menangis Haru Saat Titik Nol Ditandai

Rejang Lebong, Lembaknews.com – Senin (29/9/2025) menjadi hari yang tak terlupakan bagi masyarakat Lembak. Di bawah terik matahari siang, suara alat berat berpadu dengan lantunan doa warga saat Bupati HM Fikri Thobari, SE, MAP bersama Wakil Bupati Dr. H. Hendri Praja dan Ketua DPRD Juliansyah Yayan menandai titik nol pembangunan lima ruas jalan strategis yang membentang di tiga kecamatan — Sindang Kelingi, Binduriang, dan Padang Ulak Tanding.

Bagi sebagian orang, ini hanya proyek infrastruktur. Namun bagi warga, ini adalah mimpi panjang yang akhirnya disentuh tangan nyata seorang pemimpin. Jalan-jalan yang selama bertahun-tahun rusak parah, kini perlahan akan berwujud mulus dengan aspal hotmix.

“Kalau memungkinkan, semua jalan di Rejang Lebong ingin kami bangun sekaligus,” tutur Bupati Fikri dengan suara bergetar menahan haru. “Tapi kemampuan daerah terbatas, maka kami melangkah setahap demi setahap. Yang penting rakyat merasakan hasilnya.”

Kata-kata itu bukan sekadar kalimat politik, melainkan janji yang diwujudkan di depan mata. Masyarakat yang hadir tampak berkaca-kaca. Ada petani kopi yang berbisik penuh harapan, “Dengan jalan bagus, hasil panen kami bisa sampai ke pasar lebih cepat.” Ada pula pedagang kecil yang menatap cerah, membayangkan dagangannya tak lagi terhambat lumpur di musim hujan.

Jalan Desa Sindang Jati menuju objek wisata Air Terjun Muara Karang menjadi salah satu prioritas. Panjangnya 751 meter, namun nilainya jauh lebih besar: membuka akses wisata, menggerakkan ekonomi desa, dan membangkitkan rasa bangga warga setempat.

Kepala Desa Sindang Jati, Sumartono, tak mampu menyembunyikan rasa syukurnya. “Hari ini kami saksikan sendiri, Bupati Fikri benar-benar turun tangan. Ini bukan janji manis, ini bukti,” ujarnya sambil meneteskan air mata.

Langkah demi langkah, satu demi satu, pembangunan infrastruktur di era Bupati Fikri mulai nyata terasa. Jalan yang dulunya hanya menjadi keluhan, kini berubah menjadi simbol keseriusan pemerintah daerah membangun negeri. Dan bagi rakyat Lembak, tanda titik nol itu bukan sekadar awal pembangunan fisik, tetapi awal dari lembaran baru penuh harapan. (Arman01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *